22
Jun 2018

Posted by: Social Media | Posted in: Bosbispedia

Tradisi bakda kupat ,yang bertempat tinggal khususnya di jawa setelah lebaran Idul Fitri pasti tidak asing dengan tradisi ini.

Mulai dari pasar tradisional sampai tempat perbelanjaan di penuhi anyaman yang terbuat dari Janur(daun kelapa) untuk mempersiapkan bakda ketupat.Perayaan idul fitri tidak lengkap rasanya bila tidak ada ketupat buktinya setiap ucapan selamat idul fitri disitu ada gambar ketupat,tentu saja ada satu hal yang membuat tradisi tersebut tidak bisa ditinggalkan masyarakat sampai sekarang.

Dalam filosofi jawa ketupat bukan sekedar hidangan khas hari raya lebaran tetapi ketupat memiliki makna tersendiri.Ketupat atau biasa di panggil kupat dalam bahasa jawa merupakan kependekan dari Ngaku Lepat dan Laku Papat. “Ngaku lepat” yang berarti mengakui kesalahan,”Laku Papat berarti empat tindakan.

Mengaku Lepat

Tradisi sungkem yang mempunyai arti ngaku lepat (mengakui kesalahan) bagi orang jawa dengan meletakkan tangan di bawah memohon diberikan ampunan.sungkeman adalah bersimpuh di hadapan orangtua memohon ampun memohon maaf atau melebur kesalahan.

Laku Papat

Laku Papat yang berarti empat tindakan dalam perayaan lebaran.

Yaitu

1.Lebaran,berasal dari kata yang artinya pintu pengampunan terbuka lebar dan menandakan berakhirnya waktu puasa.

2.Luberan,bermakna meluber atau melimpah.merupakan simbol ajaran bersedekah untuk kaum yang lebih membutuhkan atau zakat fitrah.

3.Leburan,mempunyai makna melebur atau menghabiskan dosa dan kesalahan yang pernah kita perbuat kepada orang lain,merupakan wujud kepedulian kepada sesama manusia.

4.Laburan,di ambil dari kata labur atau kapur.kapur adalah zat yang biasa digunakan untuk penjernihan atau memutihkan dinding.mempunyai maksut agar manusia selalu menjaga kesucian lahir maupun batinnya.

Tradisi dan kebudayaan dimana pun tidak akan lahir tanpa adanya sebuah filosofi dan nilai-nilai yang terdapat di dalamnya.Perihal makanan yang bernama ketupat disebut mengandung beberapa makna dipilihnya Janur sebagai bagian luar Ketupat dikarenakan serupa dengan bahasa Arab Jaa’annuur yang artinya ‘telah datang cahaya kebenaran’. Anyamannya pun disebut sebagai simbol rangkaian kesalahan manusia, sedangkan isinya yang berwarna putih saat dibelah menjadi tanda kebersihan hati. Ketupat yang sudah siap beserta sejumlah lauk pauknya diantarkan ke keluarga kerabat dekat dan jauh sekaligus bersilaturahmi dan menjalin kebersamaan dengan cara santap bersama keluarga.