08
Nov 2017

Posted by: Social Media | Posted in: Bosbispedia

  Sobat Bosbis kali ini kita akan membahas masalah pentingnya pemahaman crew bus tentang apa yang harus mereka lakukan jika terjadi kecelakaan. Umumnya, munculnya korban dalam kasus kecelakaan disebabkan karena kepanikan penumpang bus.  Hal ini bisa dimaklumi karena tidak adanya prosedur pengamanan dan penyelamatan yang benar jika terjadi kecelakaan. Selain itu, tidak ada pula petunjuk penggunaan jendela atau pintu darurat di dalam bus.

Hal ini diperparah dengan tidak adanya pemberitahuan dari crew bus atau pun biro perjalanan mengenai prosedur apa yang harus ditempuh jika terjadi kecelakaan. Padahal, hal ini sangatlah penting untuk diketahui penumpang. Persis seperti bagaimana pramugari menjelaskan langkah langkah yang harus dilakukan penumpang dalam kondisi darurat sebelum tinggal landas. Hal ini juga sangat dibutuhkan oleh penumpang bus.

   Akibatnya bisa diduga, ketika terjadi tabrakan dan asap tebal masuk ke dalam bus, para penumpang pun panik, berusaha menyelamatkan diri masing masing yang sering mengakibatkan kondisi semakin memburuk.Salah satu pemahaman yang penting adalah kaca bus yang memang diciptakan berukuran besar, adalah jalan keluar paling cepat yang bisa dijangkau oleh penumpang. Syaratnya, di setiap sudut harus dilengkapi dengan pemecah kaca dalam kondisi darurat. Pada umumnya, setiap sisi bus harus memiliki lebih dari 2 buah pemecah kaca yang menempel dan mudah dijangkau oleh penumpang.

Pintu darurat di bagian sisi kanan bus juga harus di informasikan kepada penumpang. Pintu ini umumnya bisa mudah dibuka dengan menarik tuas kedalam lalu mendorongnya keluar. Semua penumpang bus khususnya yang duduk di samping pintu darurat ini harus paham cara membuka pintu ini. Hal ini penting mengingat terkadang bus terguling ke samping kiri sehingga pintu utama tidak bisa dipergunakan.

   Pengetahuan penting di atas semua hal tersebut adalah pembekalan safety driving kepada sopir crew bus yang bertugas maupun kepada penumpang. Pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan juga dituntut untuk melakukan inspeksi kondisi kelaikan bus secara rutin dan tidak hanya pada high season. Selain pemeriksaan kondisi kelaikan bus, kondisi kesehatan sopir juga harus diperhatikan. Jangan sampai ada sopir yang mengemudikan kendaraan dalam kondisi dibawah pengaruh minuman keras atau obat terlarang. Melalui dukungan dari semua pihak: penumpang yang sadar tentang safety, sopir yang mengerti cara mengemudi yang aman, serta pengawasan dari pemerintah, tentu tingkat kecelakaan dapat ditekan pada titik terendah.

  Selamat Berakhir Pekan. Yukk segera pesan tiket, jangan sampai ketinggalan weekend di tempat yang Sobat Bosbis inginkan !!!!!