20
Jan 2018

Posted by: Social Media | Posted in: Bosbispedia

Sobat Bosbis sudah tahu alasannya belum?Kenapa Bus saat berhenti tidak pernah mematikan mesin?pada saat sopir sedang turun untuk makan atau istirahat kenapa Si Bus tidak ikut dimatikan mesinnya agar ikut istirahat juga.

Ini faktanya ternyata banyak orang yang gak tahu hal sepele ini,

Mesin diesel tidak akan panas berapa lama pun tanpa bergerak(idling),bahkan pengalaman Bus lintas antar pulau pun selama 2 minggu pernah tidak di matikan karena perjalanan tanpa henti pulang pergi meskipun sang sopir sejenak untuk makan ataupun tidur.

Mesin diesel sendiri sangat rentan/sensitif bila terlalu sering di matikan mesinnya,Sang sopir bahkan hampir tidak pernah mematikan mesin bekal ilmu sang sopir adalah menunggu pengukur panas mencapai tingkat kerja baru mulai bergerak,biasanya 80 derajat celcius.

Bila ingin mematikan mesin pun tidak langsung di nonaktifkan tetapi harus menunggu jeda dulu selama 15 menit.Mesin bus bercc besar, silinder besar dan kompresi tinggi pun juga susah bila ingin menghidupkan mesinnya.

Jadi tidak baik bila di stater lebih dari satu kali dalam sehari,bila terlalu sering menghidupkan akan memperpendek umur stater motor,jika dimatikan tekanan pada tabung angin akan berkurang.Bila mematikan mesin kemudian di hidupkan kembali dalam waktu yang singkat membuat mesin bengkok.sistem rem pun menggunakan angin jadi bila mesin menyala tekanan anginnya dipertahankan karena jika mematikan mesin akan mengurangi tekanan angin

Karena rem sendiri adalah termasuk kunci keselamatan penumpang bila rem tidak berfungsi semestinya akan sangat bahaya sekali dampaknya.