09
Nov 2017

Posted by: Social Media | Posted in: Bosbispedia

 Hallo Sobat Bosbis mari kita bicara sedikit mengenai Air Suspension, pastilah kita bicara mengenai kenyamanan penumpang. Tidak banyak chassis bis di Indonesia yang menggunakan sistem suspensi udara ini. Kebanyakan yang mempergunakannya adalah merek-merek Eropa, seperti MAN, MB, Scania, Volvo. Sedangkan merek Asia hanya sebatas Hino dan Hyundai serta beberapa asal China yang dimasukkan oleh beberapa importir.

 

  Ada di chassis bus apa saja?, mari kita lihat satu per satu. MAN mengunakan suspensi udara pada keseluruhan line up chassisnya di Indonesia, begitu pula untuk Scania dan Volvo. Mercedes menggunakan suspensi udara ini pada seri OH1725 sebagai perangkat opsional, dan standar pada seri OH1632. Dari Asia, Hino juga melengkapi seri RG1JSKG dengan perangkat suspensi udara ini. Berbeda dengan merek Eropa yang rata-rata menggunakan suspensi udara buatan sendiri, dengan kontrol suspensi menggunakan elektronic dengan berbagai macam setelan pengendalian, merek Asia lebih simpel, yakni membeli perangkat tersebut dari pemasok saja. Seperti Hino yang menggunanan suspensi udara buatan Hendrickson bertipe HAS230.

 

  Mengenai jumlah, hal ini tergantung pada tujuan penggunaan chassis yang ada. Seperti merk-merk Eropa, jika chassis ditujukan untuk penggunaan coach / luxury class, suspensi udara ini terletak pada keseluruhan titik axle, kalau bus normal 4x2 (6 ban) berarti terdapat 2 airbag di tiap titik axle, yang kalau ditotal mencapai 8 buah. Jika ada 8 buah airbag, maka chassis ini mempunyai julukan all AirSus. Tetapi ada juga yang hanya menaruh suspensi udara ini di bagian belakang, seperti opsional pada MB OH1725 dan Hino RG1J. Bedanya, jika pada OH1725 terdapat 4 buah airbag di bagian belakang, maka pada RG1J hanya terdapat 2 buah airbag pada bagian belakang. Perbedaan ini disebabkan antara lain oleh konstruksi bawaan chassis yang ada, serta tingkat efektivitas dan eknomis.

 

Sudah pernahkan Sobat Bosbis mencoba kenyamanan armada All AirSus?